Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
I. Informasi Umum Modul
II. Komponen Inti
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Memahami dan menjelaskan kisah serta makna Sengsara dan Wafat Yesus sebagai konsekuensi dari pewartaan Kerajaan Allah.
Menganalisis sikap orang-orang yang menerima dan menolak pewartaan Yesus.
Menghayati dan meneladani keberanian serta kerelaan berkorban Yesus bagi orang lain, terutama bagi mereka yang miskin, menderita, dan berkekurangan.
Mewujudkan sikap meneladan Yesus dalam menghadapi penderitaan sehari-hari melalui tindakan nyata (aksi).
B. Pemahaman Bermakna (Deep Learning Focus)
Peserta didik tidak hanya mengetahui kisah Sengsara dan Wafat Yesus, tetapi sungguh memahami bahwa:
Penderitaan dan Kematian bukanlah akhir, melainkan puncak dari tindakan kasih dan kesetiaan Yesus pada perutusan-Nya untuk menegakkan Kerajaan Allah.
Sikap berkorban yang ditunjukkan Yesus menjadi model transformatif bagi hidup orang beriman, yang menuntut keberanian untuk meninggalkan cara hidup yang mementingkan diri sendiri.
Meneladan Yesus berarti berani mengambil risiko dan tanggung jawab untuk membela kebenaran dan menolong mereka yang menderita.
C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang kalian ketahui tentang kisah sengsara dan wafat Yesus?
Bagaimana kalian melihat orang-orang di sekitar kalian menghadapi penderitaan? Sikap positif atau negatif apa yang sering muncul?
Apa makna terbesar dari peristiwa penyaliban Yesus bagi kalian secara pribadi?
D. Kegiatan Pembelajaran (3 JP)
Pendekatan Pembelajaran yang digunakan adalah Kateketik yang diawali dengan pengalaman sehari-hari (pendekatan pembelajaran mendalam) dan berpusat pada peserta didik.
Tahapan | Kegiatan Pembelajaran | Metode & Alokasi Waktu |
Pendahuluan | 1. Doa Pembuka. 2. Literasi Alkitab Sesuai Penanggalan Liturgi: Guru mengajak peserta didik membaca Injil harian sesuai dengan penanggalan Liturgi pada hari itu, atau bacaan yang relevan dengan tema penderitaan/ketaatan (Guru dapat menyesuaikan). 3. Setelah pembacaan, peserta didik diminta menuliskan "Ayat Emas" (ayat yang paling berkesan dan menginspirasi) dari bacaan tersebut di buku tulis mereka. 2. Guru memberikan apersepsi tentang konsekuensi melaksanakan tugas dan risikonya, menghubungkan dengan tugas perutusan Yesus11. 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
| Ceramah, Tanya Jawab (15 menit) |
Kegiatan Inti |
| Langkah 1: Mengamati Pengalaman Hidup dan Penderitaan 1. Guru mengajak peserta didik mengamati sikap-sikap yang muncul saat seseorang menghadapi penderitaan (sikap positif dan negatif)1212. 2. Diskusi Kelas (Tanya Jawab/Sharing): Peserta didik diminta untuk berbagi (sharing) tentang pengalaman/pengamatan mereka terhadap orang yang menderita dan sikap mereka dalam menghadapinya13. 3. Guru memberikan Penegasan (Ceramah) singkat mengenai pentingnya sikap positif dalam penderitaan14. Langkah 2: Mendalami Kisah Sengsara dan Wafat Yesus 1. Guru menjelaskan secara ringkas kelompok orang yang menerima dan menolak pewartaan Yesus, serta alasan penolakan tersebut (misalnya, para imam dan ahli Taurat merasa wibawanya terancam). 2. Guru mengajak peserta didik membaca dan mendalami teks Kitab Suci Mrk 15:21-37 tentang kisah sengsara dan wafat Yesus16. 3. Diskusi Kelompok: Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan pertanyaan pendorong pemahaman mendalam (LKPD): * Mengapa penentang Yesus bersikeras menyalibkan-Nya? 17 * Mengapa Yesus mau menjalani penderitaan dan wafat di salib? 18 * Bagaimana sikap Yesus menghadapi penderitaan-Nya? 19 4. Presentasi Hasil Diskusi: Setiap kelompok diminta mempresentasikan jawaban mereka dalam bentuk kreatif (misalnya: PowerPoint atau Vlog singkat)20. 5. Peneguhan Guru (Ceramah): Guru memberikan pokok-pokok peneguhan tentang makna penderitaan Yesus sebagai konsekuensi perutusan dan pengorbanan tanpa pamrih21. Langkah 3: Ringkasan Materi dalam Format Audio (Aksi) 1. Peserta didik secara individu atau berpasangan diminta membuat ringkasan narasi dari pokok-pokok materi dan peneguhan guru mengenai Makna Sengsara dan Wafat Yesus. 2. Peserta didik merekam narasi tersebut menjadi audio singkat (durasi 1-2 menit) untuk didengarkan sebagai pengingat (dapat diunggah/dikirim melalui media sosial kelas)22. Langkah 4: Refleksi dan Aksi Nyata 1. Guru mengajak peserta didik dalam keheningan merenungkan pertanyaan refleksi 23: "Sikap apa saja yang dapat kalian lakukan dalam meneladani sikap Yesus ketika menghadapi penderitaan?"24. 2. Peserta didik membuat rencana aksi nyata sederhana untuk berkorban/membantu orang lain yang menderita atau berkekurangan di sekitar mereka (Aksi ini dapat digunakan sebagai penilaian keterampilan)2525.
| Sharing, Diskusi (15 menit) Membaca Kitab Suci (10 menit) Diskusi Kelompok, Presentasi (100 menit) Aksi (30 menit) Refleksi (30 menit) |
Penutup | 1. Guru memberikan rangkuman singkat. 2. Guru mengajak peserta didik untuk melakukan Doa Penutup sebagai wujud syukur dan komitmen untuk meneladan kasih Kristus26.
| Ceramah, Doa (10 menit) |
E. Asesmen
Aspek Penilaian | Bentuk Asesmen | Contoh Instrumen |
Sikap (Afektif) | Observasi Jurnal Sikap | Mengamati sikap-sikap yang menonjol dari peserta didik selama proses pembelajaran (misalnya, sikap keberanian, peduli, dan tanggung jawab).
|
Pengetahuan (Kognitif) | Tes Tertulis (Uraian) | 1. Jelaskan dua peristiwa penting yang dilakukan Yesus sebelum Ia menderita sengsara! 2. Rumuskan makna sengsara dan wafat Yesus!
|
Keterampilan (Psikomotorik) | Penilaian Kinerja dan Produk | 1. Rencana Aksi dan Laporan: Penilaian berdasarkan rancangan/rencana kegiatan, pelaksanaan, dan laporan aksi nyata meneladan Yesus. 2. Produk Audio: Penilaian kualitas ringkasan narasi dalam bentuk audio (kejelasan, kelengkapan, dan penghayatan).
|
III. Lampiran
A. Ringkasan Materi Ajar
1. Kelompok yang Menerima dan Menolak Pewartaan Yesus
Kelompok Menerima: Orang-orang miskin, menderita, terpinggirkan, orang sakit yang disembuhkan, kaum wanita dan anak-anak, karena mereka merasakan secara langsung sukacita dan perhatian Yesus.
Kelompok Menolak: Para Imam/Ahli Taurat, Orang Farisi, dan Para Penguasa, karena kehadiran Yesus mengancam wibawa, tatanan hidup, kehormatan, dan kekuasaan mereka yang sudah mapan.
2. Kisah dan Makna Sengsara dan Wafat Yesus
Peristiwa Penting Sebelum Sengsara: Perjamuan Paskah bersama para murid dan Doa di Taman Zaitun (Luk 22:42).
Inti Makna: Penderitaan Yesus merupakan konsekuensi dari tugas perutusan-Nya untuk melaksanakan kehendak Bapa dalam mewartakan Kerajaan Allah. Yesus menunjukkan tanggung jawab dan rela berkorban tanpa pamrih sampai mati demi kasih kepada umat manusia.
Teladan: Sikap tabah, sabar, tegar, dan mendekatkan diri pada Tuhan dalam menghadapi penderitaan.
B. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) - Diskusi Kelompok
Topik: Pengorbanan Puncak Kasih
Dasar Kitab Suci: Markus 15:21-37
Jelaskan, mengapa kelompok orang yang menolak pewartaan Yesus begitu keras untuk menyalibkan Yesus? (Gunakan pokok-pokok materi tentang kelompok yang menolak).
Berdasarkan Injil Markus, mengapa Yesus mau menjalani penderitaan, sengsara, dan wafat di kayu salib? Apa yang menjadi motivasi utama-Nya?
Sebutkan 3 sikap positif yang ditunjukkan Yesus dalam menghadapi penderitaan-Nya.
Rencanakan minimal 2 tindakan sederhana (aksi nyata) yang dapat kalian lakukan dalam seminggu ke depan sebagai wujud meneladan sikap Yesus yang berani berkorban demi orang lain.
C. Kunci Ayat Penutup (Kosa Kata yang Ditekankan)
"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini daripada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak Mulah yang terjadi” (Lukas 22:42). (Menekankan sikap pasrah dan ketaatan).
0 Response to "MODUL AJAR SENGSARA DAN WAFAT YESUS"
Post a Comment